Kersen (Latinnya: Muntingia
calabura) adalah sejenis pohon sekaligus buahnya yang kecil dan manis
berwarna merah cerah. Di beberapa daerah, seperti di Jakarta buah ini juga dinamai ceri. Dalam bahasa Madura buah ini disebut baleci. Nama-nama lainnya di
beberapa negara, seperti Filipina menyebutnya adalah datiles, aratiles, manzanitas; mât sâm (Vietnam); khoom ômz, takhôb (Laos); takhop farang (Thailand); krâkhôb barang (Kamboja); dan kerukup siam (Malaysia).
Di Spanyol dikenal sebagai capulin blanco, cacaniqua, nigua, niguito ; Jamaican
cherry, Panama berry,
dan Singapore cherry(inggirs).
Orang Belanda dulu menyebutnya Japanse
kers ("ceri
jepang"), dan di Indonesia disebutnya menjadi kersen, keres atau ada yang menyebutnya ceri.
Di
sekitar lingkungan kita tentunya terdapat pohon dan buah kersen. Dia termasuk
tumbuhan perdu. Di depan kantor saya, PILAR.IN, ada pohon keres ini, saya
senang buah ini, seringkali saya memetiknya beberapa buah. Biasanya, buah keres
yang masak ini berwarna merah. Namun, berwarna agak kekuning-kuningan juga
sudah enak dimakan sebenarnya. Rasa dari buah keres ini manis sekali, lebih
manis dan enak daripada buah ciplukan.
Kersen
atau keres, pohonnya lumayan tinggi, awalnya tumbuh semai liar di tepi jalan, biasa
di selokan atau di kebun kita. Tumbuh dengan cepat membesar sebagai pohon
naungan. Sekarang banyak dipakai sebagai tanaman peneduh. Jika kita amati,
sebenarnya tanaman ini mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan kita.
Kersen
berasal dari Amerika tropis (Meksiko Selatan, Karibia, Amerika Tengah sampai
Peru dan Bolivia). Dibawa masuk melalui Filipina pada akhir abad-19 dan lalu
dengan cepat menyebar diseluruh wilayah teropis Asia Tenggara.
Oleh
beberapa bangsa di dunia, buah kersen sering dijadikan jus buah kersen, mengapa
demikian? Apakah kendungan buah ini sebenarnya?. Menurut sebagain ahli
kesehatan, ternyata buah kersen memiliki kandungan yang lebih baik daripada
minuman isotonik yang telah menyebar dipasaran keluaran pabrik. Jus keres
dikatakan memiliki kandungan yang lebih dibutuhkan seorang atlet, yaitu untuk
mencegah cendera otot saat beraktivitas.
Beberapa
kandungan yang dipunyai buah kersen adalah setiap 100 gram bagian buah yang
dapat dimakan kira-kira mengandung; Air = 77,8 gram, Protein = 0,324 gram, Lemak
= 1,56 gram, Karbohidrat = 17,9 gram, Serat = 4,6 gram, Kalsium = 124,6 gram, Fosfor
= 84 gram, Besi = 1,18 gram, Karoten = 0,019 gram, Thianin = 0,065 gram, Riboflavin
= 0,019 gram, Citamin C = 80,5 mg, dan Nilai Energinya = 380 kJ/100 gram.
Di
Indonesia, banyak juga masyarakat yang menggunakan buah ini sebagai obat terapi
secara tradisional untuk mengobati penyakit tertentu, seperti asam urat.
Biasanya apabila serangan datang, mereka mengkonsumsi buah kersen 9 butir, tiga
kali sehari selama 3 hari berturut-turut. Sedangkan untuk daun kersen, secara
tradisional telah lama digunakan di Peru dengan pemakaian seperti mengkonsumsi
teh (dibuat seduhan atau rebusan) untuk menghilangkan rasa sakit seperti sakit
kepala dan juga antiradang.
Berikut ini, adalah manfaat buah keres untuk
kesehatan. Sesuai data ilmiah bahwa keres, baik buah maupun daunnya mengandung
nilai kegunaan luar biasa untuk kesehatan, diantaranya.
1. Antiseptik
Rebusan
daun keres ini ternyata mempunyai khasiat dapat membunuh mikroba atau sebagai
antiseptik. Rebusan daun keres terbukti dapat membunuh bakteri C.Diptheriae,
S.Aureus, P.Vulgaris, S.Epidemidis, dan K.Rhizophil. Diduga aktivitas bakteri
dari daun kersen ini karena adanya kandungan seperti tanin, Flavonoids dan
Saponin yang dipunyainya.
2. Anti-inflamasi
Rebusan
daun keres juga mempunyai khasiat untuk mengurangi radang (anti-inflamasi) dan
juga menurunkan panas.
3. Antitumor
Daun
keres dilaporkan juga mempunyai efek anti tumor, kandungan senyawa Flavonoid
yang dipunyai daun keres ternyata dapat
menghambat pertumbuhan sel kanker secara laboratoris.
Demikian, semoga informasi ini bermanfaat. (Ubes, dari berbagai
sumber)
0 comments:
Post a Comment