Monday, November 17, 2014

Pilar Republik - Pemerintah Perlu Pengalihan Subsidi BBM Ke Sektor Produktif





Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai dari lawatannya ke tiga negara langsung mengumpulkan jajaran menterinya di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam sidang kabinet kali ini, setidaknya ada tiga agenda utama yang akan dibahas. Salah satu agenda tersebut adalah kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang direncanakan akan segera dialihkan dengan cara menaikkan harga BBM bersubsidi.

Kebijakan Pemerintah Indonesia untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam lima tahun terakhir menghabiskan uang negara Rp 800 triliun. Padahal uang subsidi tersebut seharusnya bisa dialihkan ke sektor yang lebih produktif.
 
"Data menunjukkan Rp 800 trilun, kita habiskan untuk subsidi BBM," kata Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (17/11/2014) dilansir Liputan 6.

Sektor produktif tersebut salah satunya adalah perbaikan irigasi. Sofyang menyebutkan, saat ini 52 persen irigasi di Indonesia kondisinya rusak. Padahal uang yang dibutuhkan untuk memperbaikinya hanya Rp 52 triliun.
 
Menurut Sofyan, subsidi untuk BBM yang masih besar membuat Indonesia mengalami ketertinggalan. Sehingga perlu perubahan pemikiran untuk pengalihan subsidi BBM ke sektor produktif.

"Kita ketinggalan luar biasa. Sekarang persaingan begitu cepat, waktu kita sangat singkat, perubahan mindset perlu dilakukan," pungkasnya.(red/ubes)






Pilar Republik - Pemerintah Perlu Pengalihan Subsidi BBM Ke Sektor Produktif




Pilar Republik - Pemerintah Perlu Pengalihan Subsidi BBM Ke Sektor Produktif Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

0 comments:

Post a Comment