Salah satu anggota sayap kanan Prancis, Maxence Buttey memeluk
Islam. Buttey yang menjadi anggota dewan kota di Noisy le Grand, Timur Prancis,
menyatakan keislamannya melalui video. Dalam vidio Buttey mengaku menjadi
Muslim lantaran keyakinannya terdahulu penuh inkonsistensi. Sebaliknya, ketika
membaca Alquran secara menyeluruh, Islam merupakan agama terbuka.
Beberapa pemilih saya akan
kecewa dengan putusan saya. Tapi saya siap menjelaskan kepada mereka bahwa
Islam memiliki misi kebersamaan," kata dia.
Seperti diketahui sejak lama FN mengagendakan kampanye anti-Islam. Di pimpin Marine Le Pen, FN sangat aktif menekan Muslim termasuk melalui kampanye larangan hijab dan anti-imigran. FN juga menolak adanya pasokan daging halal di sekolah.
"Saya menolak kebijakan
larangan berhijab. Saya percaya Islam tidak menyuruh umatnya percaya untuk
memenggal kepala orang," tambahnya.
Keputusannya menjadi Muslim ditentang oleh partainya. Ia bahkan terancam dikenakan sanksi. Namun keputusan Buttery mendapat dukungan pihak Sekjen FN di Noisy le Grand.
Keputusannya menjadi Muslim ditentang oleh partainya. Ia bahkan terancam dikenakan sanksi. Namun keputusan Buttery mendapat dukungan pihak Sekjen FN di Noisy le Grand.
"Agama adalah pilihan
pribadi yang akan kami hormati. Tapi jangan masuk ke dalam lingkup kegiatan
politik kami," kata Jordan Bardella, Sekjen FN di Noisy le Grand.
Di video itu juga, ia memuji Alquran, dan menggajak anggota sayap kanan lainnya memeluk Islam. "Seperti Front National (FN) sama seperti Islam membela yang lemah, menolak suku bunga tinggi sebagai dampak utang negara, dan Islam sangat menentang praktik riba," kata Buttey seperti dilansir REPUBLIKA.CO.ID dari onislam.net, Ahad (26/10) (ubes)
0 comments:
Post a Comment