Kenaikan BBM selalu mengundang masalah, tetapi kenaikan periode kali ini yang dilakukan oleh Presiden Jokowi tidak rasional. Karena harga minyak dunia sedang turun. Sepertinya Pemerintah kita sedang terintimidasi oleh pihak swasta internasional.
Pengamat ekonomi UGM, Revrisond Baswir menilai tak ada fakta-fakta dan
motif kuat yang mendukung kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM.
Terlebih lagi harga minyak dunia sedang turun.
"Malaysia saja menurunkan harga BBM, lalu kenapa Indonesia justru menaikkannya?" tegas Revrisond
Revrisond menilai kenaikan BBM ini semata-mata hanya untuk liberalisasi
sektor migas. Menurut dia, satu-satunya motif menaikkan harga BBM adalah untuk
mengembangkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta.
Selama ini, menurut dia, tidak ada transparansi yang jelas mengenai
makna dan formula penghitungan yang jelas terhadap subsidi BBM.
"Subsidi itu penuh rekayasa, apa yang dimaksud dengan subsidi itu
tidak jelas" ujar Revrrisond.
Kabar kenaikan BBM diperkirakan akan direalisasikan malam ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai dari lawatannya ke tiga negara langsung mengumpulkan jajaran menterinya di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (ubes)
0 comments:
Post a Comment